Senin, 25 Agustus 2014

Arti kiasan Badge Pramuka Kwarda Kal-Sel


 
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR : 214/OA/D XIII/10/67 TAHUN 1967
GAMBAR LAMBANG (BADGE)
KWARTIR DAERAH KALIMANTAN SELATAN








 A. BENTUK
PERISAI/TELABANG
Maksudnya adalah anggota pramuka (dalam hal ini dikhususkan untuk daerah Kalimantan Selatan) sebagai benteng pertahanan dari amukan yang mencoba merongrong Kemerdekaan Negara, mempertahankan tekad perjuangan bangsa yang diwariskan pada patriot pendahulu yang mendirikan negara tercinta Republin Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

PITA (GARIS) HITAM PINGGIR LUAR PERISAI
Maksudnya adalah lapisan-lapisan semangat membahana yang keluar dari lubuk hati yang dalam dikancah sosial/masyarakat tanpa kenal menyerah, berani dan bertanggung jawab, waja sampai kaputing.

PITA (GARIS) PUTIH SESUDAH HITAM
Maksudnya adalah lapisan indra yang berada didalam semangat membaja adalah ketulusan hati yang dalam, sebagai kemudi (iman) dari segala laku tindakan.

B.TULISAN KALIMANTAN SELATAN
Maksudnya adalah anggota Pramuka Kalimantan Selatan mempertahankan dan menjunjung tinggi serta menghargai daerah dimana mereka bertempat tinggal bersama warga lainnya, memelihara dengan gagah berani demi keharuman daerahnya diantara warga bangsa Indonesia lainnya.

C.TUNAS KELAPA DENGAN LINGKARAN PADI DAN KAPAS
Maksudnya adalah Lambang Pramuka sebagai suatu sikap dalam geraknya yang sudah sah/resmi di bumi nusantara yang kaya dan makmur tanah air Indonesia.
D.WARNA
WARNA COKELAT MUDA (SEPERTIGA KIRI DAN SEPERTIGA KANAN)
Maksudnya adalah warna serabut kelapa yang mengisyaratkan kecerahan dan keceriaan jiwa Pramuka dalam segala laku perbuatan tanpa pamrih tapi ringan tangan.

WARNA COKELAT TUA (SEPERTIGA DI TENGAH-TENGAH)
Maksudnya adalah warna kuat/liatnya kulit dan tempurung kelapa yang mengisyaratkan bahwa dalam bekerja anggota Pramuka tahan uji, tahan apilan, sampai suatu pekerjaan berhasil dengan baik dan tepat guna.

BIRU MUDA (RUMAH BANJAR)
Maksudnya adalah penunjukkan khas banjar (banjarmasin) kalimantaan selatan yang warganya dalam kedamaian agamis serta mematuhi pimpinan (pemerintah)

KUNING EMAS (BINTANG)
Maksudnya adalah jelmaan Pancasila (jiwa dan raganya) yang menerangi warna Kalimantan Selatan bumi kerajaan Lambung Mangkurat, yang mengamalkan agama dengan sebaik-baiknya dan seutuhnya.

E.KESIMPULAN MAKNA
Kesimpulan makna dari Lencana Daerah Kalimantan Selatan adalah pendidikan dan latihan kepramukaan Kalimantan Selatan yang memupuk semangat waja sampai kaputing mengabdi kepada negara, berketerampilan dan bersahaja serta berbahagia bagi orang lain/masyarakat uga bagi dirinya sendiri serta siap menyambut/memegang tongkat estafet dari orang tua.


Sumber :
Buku “Penjelasan Arti Lambang” Penulis “Drs. Abdullah Sihamkari” pada tanggal 14 Agustus 1989 di Barabai.

Minggu, 20 Juli 2014

SEJARAH RAP

SEJARAH RAP DARI AFRIKA, JAMAIKA, AMERIKA
Untuk mengerti sejarah dari rap, kamu harus tau dua hal: Rap adalah berbicara dengan rima mengikuti ritme atau ketukan beat. Hiphop adalah budaya, jalan hidup (way of life) untuk lingkungan orang-orang yang mengidentifikasi, mencintai, dan menghargai nge-rap, nge-breakdance, nge-Deejay, dan graffiti (Kurtis Blow).



RAP
Kebanyakan buku, Acara Tv dan sejarahwan mengatakan bahwa rap di buat/ diciptakan di Bronx, tapi ini tidak sepenuhnya betul. Rap Amerika yang kita tau sekarang dimulai sekitar 1970 di Boogie Down Bronx. Untuk mengerti secara keseluruhan, kita harus kembali ke masa lampau : Dimulai di Afrika..Gospel

Mari kembali ke akarnya, di Afrika - untuk lebih spesifik- Suku-suku disana mengabadikan sejarah mereka dalam bait-bait ritmik dan nyanyian. Karena ada banyak suku-suku, banyak terdapat bahasa daerah dan suku-suku yang bahasa mereka seringnya tidak dibuang/ dilupakan. Jadi, untuk menjaga sejarah dan legenda mereka menggunakan lagu dan ritmik untuk menceritakannya. Karena pedagang budak kulit putih datang dan memisahkan mereka dari keluarga dan suku mereka.

Orang afrika asli membawa cerita dan rima mereka bersama pedagang budak eropa. Mereka (para pedagang budak) tidak mengijinkan para budak bicara menggunakan "Bahasa Ibu" (bahasa afrika asli) .Para pedagang budak itu berpikir bahwa mereka berencana untuk membuat rusuh. Walaupun mereka dirantai. Tapi mereka di perbolehkan untuk menyanyi. Ini membuat para budak bertahan hidup dan merasa lebih baik. Para budak wanita di perkosa dan sering kali hamil oleh crew (para pembantu pedagang budak). Budak wanita dijadikan bonus buat para crew. Perjalanan seperti ini bisa memakan waktu hingga sebulan. Dan bila ada sekitar 1000 budak, 600-700 yang selamat, itu adalah perjalanan yang bagus. Dan bila budak wanita hamil maka mereka akan mendapatkan harga yang lebih baik (karena ada tambahan bayi dalam kandungan budak wanita). Lalu para majikan (pemilik budak) berlaku sama untuk mendapatkan lebih banyak budak(memperkosa budak wanita hingga hamil dan anak hasil perbuatan itu di jadikan budak lagi). Mereka, para majikan bahkan memberikan tamu mereka satu atau dua wanita untuk teman tidur...

Ketika mereka menyanyi mereka bekerja lebih giat karena isi nyanyiannya adalah tentang dari mana mereka berasal dan sejarah suku-suku mereka. Waktu seelanjutnya, karena majikan bersifat lebih lunak, para budak diperbolehkan libur setiap hari minggu. Pada hari minggu tersebut, para budak pergi ke gereja dan menyanyikan lagu kebebasan. Hal ini kemudian berubah menjadi paduan suara Gospel.
Sekolah........ http://www.dvdvideosoft.com/

SEJARAH PEMBENTUKAN PASKIBRAKA

           Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jumat 17 Agustus 1945, jam 10.00 pagi, di Jalan Pegangsang Timur 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya secara resmi, Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan oleh dua orang muda mudi dan dipimpin oleh Bapak Latifef Hendraningrat. Bendera ini dijahit tangan oleh ibu Fatmawati Soekarno dan bendera ini pula yang kemudian disebut Bendera Pusaka..


Menjelang peringatan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 2, Presiden Soekarno memanggil salah seorang ajudan beliau, yaitu bapak Mayor (L) Hussein Mutahar dan memberikan tugas untuk mempersiapkan dan memimpin Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1946 di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itu, Bapak Hussein Mutahar mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda se Indonesia. Kemudian beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri dari 3 orang putrid dan 2 orang putra perwakilan daerah yang ada di Yogyakarta untuk melaksanakan tugas tersebut. Salah satu pengibar tersebut adalah Titik Dewi pelajar SMA yang berasal dari Sumatra Barat dan tinggal di Yogyakarta.


Pengibaran Bendera Pusaka ini kemudian dilaksanakan lagi pada peringatan Detik detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1947, 17 Agustus 1948, dan tanggal 17 Agustus 1949 di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta. Pada tanggal 28 Desember 1949 Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk mengaku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat, dan pada saat itulah Bendera Sang Saka Merah Putih juga dibawa ke Jakarta.


Untuk pertama kali peringatan hari Proklamasi Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1950 diselenggarakan di Istana Merdeka Jakarta. Bendera Pusaka Merah Putih berkibar dengan megahnya di tiang Tujuh Belas. Regu regu pengibar dari tahun 1950 1966 dibentuk dan diatur oleh rumah tangga kepresidenan.


Percobaan Pembentukan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka Tahun 1967 dan Pasukan Pertama Tahun 1968


Tahun 1967, Bapak Hussein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soekarno untuk menangani lagi Pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :


Kelompok 17/Pengiring (Pemandu)


Kelompok 8/ Pembawa


Kelompok 45/Pengawal


Ini merupakan symbol/gambaran dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran Bendera Pusaka dan dengan Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) sebagai pasukan 45.


Pada tanggal 17 Agustus 1968, petugas Pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Tetapi propinsi-propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusanya sehingga masih harus ditambahkan oleh eks anggota pasukan tahun 1967.


Tahun 1969, karena Bendera Pusaka kondisinya sudah terlalu tua sehingga tidak mungkin lagi dikibarkan di tiang Tujuh Belas Istana Merdeka, telah tersedia bendera Merah Putih dari bahan bendera (wool) yang dijahit 3 potong memanjang kain Merah dan 3 potong memangjang kain Putih kekuning-kuningan.


Bendera Merah Putih duplikat Bendera Pusaka yang akan dibagikan ke daerah idealnya terbuat dari sutra alam dan alat tenun asli Indonesia, yang warna merah dan putih langsung ditenun menjadi satu tanpa dihubungkan dengan jahitan dan warna merahnya berasal dari cat celup asli Indonesia.

Inilah beberapa video yang pernah saya upload di Youtube


            Ø  M.Nur Kelas 12 IPA dan teman-temanku semua....
Klik :

http://www.youtube.com/watch?v=kJ0na7dCkec

 

 

 

Ø  M.Nur praktek membuat tumpeng di SMAN 1 Pengaron

Klik : 

http://www.youtube.com/watch?v=XS2prkIzWec





Ø  Drama dari DKR Pengaron yg berjudul ''POCONG INSYAF'' di acara perpisahan SMAN 1 PENGARON

Klik :